Gambar ilustrasi ; Pasien BPJS Keluhkan Pelayanan RSU Siloam Lippo Village, Dokter Terlambat hingga Pengambilan Obat Terkendala (dok.seputarmatanews.com)
TANGERANG ,Seputarmatanews.com— Pelayanan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Lippo Village menuai keluhan. Seorang pasien mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan dokter, mengurus jadwal kontrol bulan berikutnya, hingga menyelesaikan proses pengambilan obat di bagian farmasi.(Senin,19/10/2026)
Berdasarkan keluhan yang disampaikan pasien, jadwal konsultasi dokter semula ditetapkan pada pukul 13.00–15.00 WIB. Namun, pasien mengaku dokter baru datang sekitar pukul 15.00 WIB, sehingga waktu tunggu dirasakan cukup lama dan tidak sesuai dengan harapan berdasarkan jadwal temu yang telah ditentukan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan, terlebih bagi pasien yang harus meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan dan mengandalkan pelayanan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.
Antrean Panjang dan Nomor Tidak Berurutan
Keluhan tidak berhenti pada keterlambatan pelayanan dokter. Pasien juga menyoroti lamanya proses antrean untuk mengurus jadwal kontrol bulan berikutnya hingga mengambil obat di bagian farmasi.
Menurut pengakuan pasien, sistem nomor antrean di bagian pengambilan obat terkesan tidak berurutan.
Ketika mempertanyakan kondisi tersebut, pasien mengaku mendapat jawaban, “Tunggu aja, nanti juga nomornya muncul di layar.”
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi sistem antrean serta kejelasan informasi yang diberikan kepada pasien. Bagi pasien yang telah menunggu sejak proses pemeriksaan, antrean panjang tanpa penjelasan yang memadai tentu dapat menambah beban waktu dan tenaga.
Obat Belum Diserahkan sepenuhnya, Pasien Diminta Kembali
Persoalan lain muncul ketika pasien hendak mengambil obat yang telah diproses melalui layanan rumah sakit. Pasien mengaku obat belum dapat diserahkan sepenuhnya karena pihak farmasi meminta fotokopi rekam medis. Padahal, menurut keterangan pasien, dokumen rekam medis asli telah di tunjukan sebelumnya. Akibat kendala administrasi tersebut, pasien mengaku harus kembali ke rumah sakit pada hari berikutnya untuk menyelesaikan proses pengambilan obat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kejelasan persyaratan administrasi, koordinasi antarbagian, serta mekanisme penyampaian informasi kepada pasien sejak awal pelayanan. Bagi pasien yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan, tertundanya pengambilan obat bukan sekadar persoalan antrean.
Kejelasan prosedur dan ketepatan waktu menjadi bagian penting dari mutu pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit Diharapkan Memberikan Penjelasan
Keluhan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSU Siloam Lippo Village, khususnya terkait ketepatan jadwal dokter, efektivitas sistem antrean, kejelasan persyaratan administrasi, serta koordinasi antara layanan pemeriksaan dan farmasi.
Peserta BPJS Kesehatan berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai prosedur pelayanan, jadwal pemeriksaan, dan persyaratan pengambilan obat sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, penanganan keluhan pasien secara terbuka dan profesional menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak manajemen RSU Siloam Lippo Village maupun penjelasan mengenai alasan keterlambatan dokter, sistem nomor antrean, dan persyaratan fotokopi rekam medis belum dimuat dalam naskah ini.
Pihak rumah sakit perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi agar persoalan tersebut dapat dipahami secara utuh.
Redaksi SeputarMataNews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi manajemen RSU Siloam Lippo Village sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan dan Kode Etik Jurnalistik.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keluhan pasien yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Keluhan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya diskriminasi terhadap peserta BPJS Kesehatan. (Arfn vj)











