Seputarmatanews.com – Tangerang – Pendakwah nasional Habib Ahmad Al Habsyi mengunjungi area Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) Rutan Kelas I Tangerang usai memberikan tausiyah kepada warga binaan dan jajaran pegawai, Rabu (20/05/2026). Dalam kunjungan tersebut, Habib didampingi langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin.
Pada kesempatan itu, Habib Ahmad Al Habsyi melihat secara langsung produk unggulan “Sepatu Rutira”, hasil karya warga binaan melalui program pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Tangerang. Ia mengaku kagum terhadap kualitas, desain, serta potensi produk tersebut untuk bersaing di pasaran.
“Produk seperti ini bagus dan punya potensi besar untuk dikenal lebih luas. InsyaAllah nanti kita bantu promosikan agar Sepatu Rutira semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang tahu hasil karya luar biasa dari warga binaan,” ujar Habib Ahmad Al Habsyi.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan moral bagi warga binaan untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan selama menjalani masa pembinaan. Dukungan promosi dari tokoh publik juga diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk hasil pembinaan pemasyarakatan.
Selain meninjau hasil karya warga binaan, Habib Ahmad Al Habsyi turut memberikan motivasi kepada para tamping Bimgiat agar tetap semangat menjalani pembinaan, menjaga perilaku positif, dan memanfaatkan kesempatan belajar keterampilan sebagai bekal kehidupan setelah bebas nanti.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyampaikan bahwa program produksi Sepatu Rutira merupakan bagian dari komitmen pembinaan kemandirian yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi produktif dan mandiri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan dukungan dari Habib Ahmad Al Habsyi terhadap produk Sepatu Rutira. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas hasil pembinaan,” ujar Irhamuddin.
Program pembinaan kemandirian melalui produksi sepatu tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Kelas I Tangerang dalam menciptakan pembinaan yang produktif, kreatif, dan bernilai ekonomi, sekaligus mendukung reintegrasi sosial warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. (Pandji)











