Seputarmatanews – TANGERANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Indonesia Adil Sejahtera (GIAS) DPD Kota Tangerang menunjukkan komitmen nyata dalam menebar maslahat bagi sesama. Melalui sinergi strategis bersama berbagai stakeholder, LSM GIAS berhasil menghimpun dan menyalurkan sebanyak Ratusan kantong daging hewan qurban yang ditargetkan khusus untuk para janda duafa, anak yatim, serta masyarakat yang membutuhkan di sekitar Kantor Sekretariat LSM GIAS.
Aksi kemanusiaan ini dikomandoi langsung oleh Ketua DPD LSM GIAS Kota Tangerang, Ajis Pramuji. Dalam keterangannya, Ajis menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari kepekaan sosial dan gerakan intelektual kolektif untuk menekan angka ketimpangan sosial di tingkat akar rumput.(27/5/2026)
Momentum Idul Adha harus dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Ini adalah momentum sosiologis untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Melalui kolaborasi multipihak stakeholder, kami ingin memastikan bahwa kehadiran LSM GIAS memberikan dampak instan yang langsung dirasakan oleh pilar-pilar masyarakat yang paling rentan, seperti para janda duafa dan anak-anak yatim,” ujar Ajis Pramuji di sela-sela persiapan distribusi.
Keberhasilan menghimpun Ratusan kantong qurban ini tidak lepas dari pendekatan persuasif dan profesional yang dilakukan LSM GIAS terhadap para mitra strategis, baik dari sektor swasta, instansi pemerintah, maupun Polri yang memiliki kesamaan visi kemanusiaan.
Untuk memastikan asas keadilan dan ketepatan sasaran, LSM GIAS Kota Tangerang menerapkan sistem pendataan Langkah ini diambil guna menghindari tumpang tindih penyaluran dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Langkah taktis yang diorkestrasi oleh Ajis Plramuji,peran lembaga swadaya masyarakat dari yang dulunya cenderung bersifat kontrol sosial pasif, kini menjadi motor penggerak kesejahteraan yang solutif dan inklusif kegiatan ini dapat memantik kesadaran kolektif yang lebih besar di masa depan, agar kolaborasi serupa dapat terus berkesinambungan—tidak hanya pada momen hari besar keagamaan, tetapi juga dalam program pemberdayaan ekonomi dan sosial kemasyarakatan lainnya.tutupnya
(Redaksi)












