TAJAM AKURAT TERPERCAYA

Transaksi Obat Keras Diduga Berlangsung Bebas, Polisi Bergerak Cepat

Kabupaten Tangerang – seputarmatanews- Dugaan peredaran obat keras golongan G jenis Tramadol dan Eximer kembali mencuat di wilayah hukum Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Aktivitas mencurigakan terpantau di kawasan Perumahan Dasana Indah, tepatnya di area pinggir kali, pada Rabu (03/06/2026).

 

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, terlihat tiga pria sedang berkumpul dan diduga menunggu transaksi. Tak lama kemudian, seorang pengendara sepeda motor datang dan berhenti di lokasi tersebut. Saat awak media mendekati area itu, diduga tengah berlangsung transaksi jual beli obat keras golongan G dengan sistem COD (Cash on Delivery).

 

Mengetahui adanya dugaan transaksi obat keras ilegal tersebut, awak media segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Kelapa Dua. Merespons laporan tersebut, tiga personel Polsek Kelapa Dua langsung bergerak cepat menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan upaya penindakan.

 

Namun, sebelum petugas tiba di lokasi, para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam peredaran obat keras tersebut berhasil melarikan diri. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari informasi serta mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil tindak lanjut atas laporan tersebut. Sementara itu, awak media masih melakukan pemantauan di lokasi karena terdapat dugaan aktivitas penjualan obat keras tersebut akan kembali beroperasi setelah situasi dinilai aman.

 

Maraknya dugaan peredaran obat keras golongan G tanpa izin ini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku yang diduga terlibat, mengingat peredaran obat-obatan tersebut berpotensi merusak generasi muda serta mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

Kasus ini masih terus dipantau, dan awak media akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi yang berimbang dari seluruh pihak terkait. (Red)